banner 728x250

Akun di Retas, Belanja Online di Lazada Raib Jutaan Rupiah

Sulselta
banner 120x600
banner 468x60

GOWA — Salah satu warga kabupaten Gowa, Nuraeni melaporkan oknum yang telah meretas akun miliknya setelah melakukan transaksi belanja online di Lazada sebesar Rp.4.488.000 pada Toko Indomaret di jalan Andi Tonro, pada tanggal 26 Mei 2021, sekitar pukul 11:28 Wita.

Informasi Nuraeni menuturkan, dirinya telah melakukan pesanan secara online produk pemeras kelapa kepada kepada Lazada, Namun setelah ada yang membatalkan pesanan, dirinya kaget karena merasa tidak pernah membatalkan pesanan.

banner 325x300

“Saya pesan di Lazada pemeras kelapa empat juta lebih, setelah ada pemberitahuan via sms pembatalan saya coba konfirmasi Indomaret, mereka bilang Indomaret hanya menyalurkan dan bukan penanggung jawab”, ujar Nuraeni (29/5/2021).

Lebih lanjut Nuraeni menuturkan, ketika suaminya mencoba mengkonfirmasi pihak Lazada diketahui bahwa akun miliknya telah diretas dan uang produk yang dibatalkan telah dikirim ke rekening lain.

“Akun Lazada saya dibuat anak saya, disitu awalnya hanya mencantumkan nomor telepon dan tidak ada yang lain. Nah, pihak Lazada bilang bahwa akun saya sudah ada email dan nomor rekening, ini kan aneh, sementara saat ini, akun saya tetap bisa terbuka seperti biasa”, ungkapnya.

Suami Nuraeni saat dikonfirmasi membenarkan jika dirinya yang melakukan klarifikasi. Dia merasa ada yang ganjil pada akun istrinya.

“Pada saat saya klarifikasi aplikasi hotline belanja online www.lazada.co.id contack us (021) 80640090, Costumer Service (CS) mengatakan bahwa pihak Lazada telah mentransfer uang pembatalan pesanan pada tanggal 28 mei 2020 ke rekening atas nama Saprianto”, ujar suami Nuraeni yang berprofesi sebagai owner salah satu media online.

Lanjutnya, suami Nuraeni juga menyayangkan pihak Lazada yang tidak menghubungi langsung Costumer saat melakukan pembatalan, padahal saat membuat dan memesan barang ada nomor telepon yang tercantum.

“Di akun istri saya ada nomor telepon, kenapa tidak konfirmasi untuk mengetahui alasan jika barang dibatalkan. Lazada kan bergerak di bidang jasa, seharusnya bisa melakukan hal itu.

Kemudian untuk menggandakan akun Lazada maupun melakukan pembaharuan data itu pakai verifikasi OTP pada nomor yang bersangkutan. Nah, kenapa bisa ganda? Padahal nomor telepon satahu saya hanya satu”, jelasnya.

Meski begitu, suami Nuraeni menyerahkan proses sepenuhnya kepada penegak hukum mengenai aliran dana pembatalan pesanan barang.

“Lazada sudah melakukan transfer ke rekening atas nama Saprianto, disitu jelas identitas. Intinya saya berharap oknum tersebut bisa ditangkap karena bisa jadi istri saya hanya salah satu dari sekian banyak korban lainnya.

Hingga sejauh ini korban Nuraeni telah mengkonfirmasi pihak Polres Gowa dan disarankan untuk melapor secara resmi. (Al)

banner 325x300