banner 728x250

Kadishub Wajo Sebut “Nomor Register Penguji Kir Mati” Terkesan Blunder?

Sulselta
banner 120x600
banner 468x60

WAJO — Pasca pemberitaan terkait tertutupnya alat uji kendaraan bermotor di Dinas Pehubungan kabupaten Wajo yang menuai reaksi publik ditanggapi Kepala Dinas Perhubungan, Drs.Andi Hasanuddin, S.Sos, M.Si

Hal tersebut disampaikan Kadis pehubungan kabupaten Wajo saat Jumpa Pers, di salah satu warkop dan resto, di jln. H. Andi Ninnong, Sengkang (25/6/2021).

banner 325x300

Pada sesi klarifikasi tanggapan atas keluhan masyarakat yang terpublikasikan, Kadishub menyebut, “Nomor Register Penguji Kir Mati” saat melakukan koordinasi ke kementerian perhubungan  ditanggapi Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhububgan Kabupaten Wajo, Jusriadi S.Sos, M.Si

Jusriadi mengatakan, nomor register penguji yang telah mati bukan kesalahan pihaknya sebagai pelaksana, Menurutnya, hal tersebut merupakan wewenang Kepala Dinas sebagai penentu kebijakan.

“Kalau dari UPTD sudah menyampaikan jauh sebelumnya. Kami tidak punya wewenang langsung ke pusat untuk melakukan sinkronisasi register untuk melaksanakan uji kir, semua merupakan tugas dan tanggung jawab kepala dinas”, ungkap Jusriadi.

Hal ini juga disampaikan oleh salah satu pegawai dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjenhubdat) Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX Provinsi Sulsel – Sulbar, yang menyampaikan bahwa pengusulan pelaksanaan uji kir sistem terbaru (online) adalah wewenang kepala dinas.

“Saat ini di Kabupaten Wajo sudah melakukan kalibrasi dari akreditasi, jadi sekarang lulus uji wajib BLU-e yang terhubung langsung ke kementerian perhubungan. Mengenai pengusulan atau pengajuan itu wewenang Kadis sebagai penanggung jawab.

Mengenai kalibrasi setahu saya Dishub Wajo sudah bermohon ke pusat, dan itu sudah lama sekali, tetapi sampai sekarang setahu saya belum ada tindak lanjut seperti apa Disana memang sudah terakredirasi, cuman belum menerapkan BLU-e, seperti daerah lain di Sulsel yang sudah terakreditasi”, ujar Ragil melalui via selular (26/6/2021).

Untuk diketahui, di wajibkannya BLU-e berdasarkan Perdirjen Hubdat Nomor KP.1743/AJ.502/DRJD/2020 tentang Pedoman Penerbitan Bukti Lulus Uji Berkala Kendaraan Bermotor Secara Elektronik.

Saat penelusuran Sulselta, ditemukan selain keluhan masyarakat dan terhambatnya PAD lantaran tertutupnya pelayanan kir selama seminggu, juga didapati informasi bahwa Dishub Wajo tidak memberikan PAD selama ± 3 bulan terkait pelaksanaan kir, yakni Maret 2021 hingga saat ini.

Untuk diketahui, KIR yang di sadur dari bahasa Belanda, yakni KEUR merupakan kumpulan rangkaian kegiatan untuk melakukan uji kendaraan bermotor sebagai tanda bahwa kendaraan tersebut layak digunakan secara teknis di jalan raya, khususnya bagi kendaraan yang membawa angkutan penumpang dan barang.

Secara umum, kendaraan yang wajib untuk melakukan pendaftaran uji kir adalah kendaraan yang memiliki plat kuning, hanya saja fungsi tersebut dialihkan ke kendaraan yang berpenumpang.

Beberapa jenis kendaraan yang wajib mengikuti uji KIR, yakni taxi, mobil sewa, mobil berpenumpang manusia / mobil ojek online, mobil dan truk pengangkut barang, bus, seluruh jenis truk dan mobil pick up. (AM)

banner 325x300