banner 728x250

Menyoal Kir dan PAD: Respon Cepat Komisi III DPRD Wajo Atasi Keluhan Masyarakat

Sulselta
banner 120x600
banner 468x60

WAJO — Ketua Komisi III, DPRD Kabupaten Wajo, Taqwa Gaffar bersama H. Mustafa merespon cepat polemik yang terjadi di tubuh dinas Perhubungan, dengan memanggil Andi Hasanuddin sebagai owner Dishub Wajo.

Meski tidak terpanggil secara resmi, Andi Hasanuddin selaku Kepala Dinas Perhubungan pun merespon cepat dengan mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Wajo. Dimana, sebelumnya Kadishub menghadap bupati Wajo.

banner 325x300

Usai pertemuan, Taqwa Gaffar mengemukan bahwa pihaknya selaku dewan hanya mempertanyakan mengenai aspirasi masyarakat atas tertutupnya perpanjangan kir.

“Jadi kami memanggil Kadishub untuk mempertanyakan keluhan masyarakat terkait kir, Alhamdulillah Kadis siap untuk segera mengaktifkan alat uji kir secara online.

Jika uji kir ini berjalan optimal maka upaya keselamatan di bidang transportasi darat bisa dimaksimalkan. Juga selain PAD, pelayanan terhadap masyarakat dapat terpenuhi dengan baik”, ujar ketua komisi III, Taqwa Gaffar (28/6/2021).

H. Mustafa menambahkan, pihaknya juga berharap agar kedepannya PAD dari Dishub Wajo bisa secepatnya terealisasi. Selain itu, dia berharap dengan adanya perbantuan yang telah memiliki sertifikasi penguji bisa membantu PAD Wajo.

“Dengan adanya perbantuan penguji kir bisa menormalkan PAD Wajo di dinas perhubungan. Selain itu, tentu harapan masyarakat bisa diakomodir”, ujarnya.

Komisi III DPRD juga berharap, dengan adanya tambahan personil, tim penguji yang ada di Dishub Wajo bisa segera diusulkan agar PAD dapat maksimal.

Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor kabupaten Wajo, Jusriadi mengaminkan apa yang telah disampaikan Komisi III DPRD Wajo. Dia berharap, dengan adanya perbantuan penguji kir yang telah tersertifikasi bisa memaksimalkan PAD Wajo.

“Sebagai kepala UPTD saya bersyukur adanya perbantuan penguji yang akan memaksimalkan PAD Wajo. Apalagi dengan penerapan sistem BLU-e ini secara online yang akan memudahkan kami dalam pemantauan”, jelas Jusriadi.

Untuk memaksimalkan kinerja tim penguji, Kepala UPTD mengaku membutuhkan beberapa personil. “Idealnya tim penguji di Wajo dibutuhkan 5 orang”, jawabnya

Kadishub Wajo, Andi Hasanuddin saat wawancara ekslusif mengatakan bahwa terhambatnya pelayanan masyarakat karena tidak sinkronnya register penguji dengan sistem online.

“”Semua sudah kami siapkan sesuai tahapannya. Rencananya pada bulan juli nanti kita akan launching sistem baru yang tentu akan makin memudahkan masyarakat dan kami sebagai institusi dari dinas perhubunhan”, sebut Kadishub saat Wawancara.

Ketua komisi III DPRD Wajo, Taqwa Gaffar di akhir wawancaranya mengharapkan PAD Wajo dapat maksimal, serta siap menampung semua kendala yang ada dari Dishub agar pendapatan daerah bisa segera jalan.

“Apa yang kami lakukan ini untuk masyarakat. Dengan uji kir tentu keselamatan warga dalam berkendara bisa terus terpantau. Dengan adanya perbantuan penguji, saya berharap Kadis dan tim penguji yang belum melakukan perpanjangan untuk segera bermohon. Karena selain menolong masyarakat, adanya uji kir juga tentu akan menambah PAD daerah. (Tt)

banner 325x300