banner 728x250

Pengguna Jalan Keluhkan Macet dan Parkir Liar Sekitar Mall Panakkukang Makassar

Sulselta
banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR — Sejumlah kendaraan roda empat yang parkir di badan jalan depan Mall Panakkukang (MP), menjadi biang kemacetan di sepanjang Jalan Boulevard, di Kelurahan Masale Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar

Pantauan sore tadi, Jumat (28/05/2021). Kendaraan roda empat yang sebagian besar merupakan taxi online nyaris mengambil setengah badan jalan.

banner 325x300

Hal ini disebabkan lantaran deretan mobil yang berparkir hingga dua deret meluas hingga ke badan jalan.

Beberapa pengendara saat diwawancarai Sulselta mengeluhkan kondisi parkiran yang melebar ke Jalan

“Tiap hari seperti ini, macet, macet, dan macet. Mau saya laporkan saja ke pak Wali ini, kebetulan sudah saya ambil gambarnya” ucap seorang pengguna jalan dengan nada kesal.

Tak hanya itu, tampak beberapa kendaraan roda 2 (dua) yang terparkir pas di depan Hotel Myko yang dimana merupakan area zona larangan parkir.

“Itu juga pas di depan Myko, sudah tau ada tanda larangan parkir disitu terpasang, masih saja di parkir. Ada lagi tukang parkir yang tidak pakai atribut sama sekali. Mau juga saya laporkan ke PD Parkir karena lakukan pembiaran,” ujar salah satu pengguna jalan lainnya (28/5/2021).

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya, H. Irhamsyah Gaffar, SE mengungkap jika terkait kemacetan bukanlah semata mata tanggung jawab pihaknya.

“Perlu Kami Jelaskan bahwa tanggung jawab kemacetan yang kerap terjadi di depan MP sebenarnya bukan hanya tanggung Jawab kami di PD Parkir, sebab kendaraan yang ngetem di tempat tersebut adalah Kendaraan Ojol yang stay menunggu Orderan. Artinya, terkait hal tersebut tentu harus ada koordinasi lintas sektoral”, jelas Dirut.

Irhamsyah menambahkan, pada saat bulan Ramadhan, PD Parkir telah melaksanakan penertiban.

“Bahkan ada beberapa kendaraan yang kita gembok Oleh mitra kami di Dishub Kota Makassar sampai dengan sanksi tilang oleh pihak kepolisian, akan tetapi tetap driver tidak memiliki efek jera. Bahkan tidak jarang petugas kami yang stay di titik tersebut sampai beradu mulut dengan para driver Ojol yang enggan untuk di tertibkan”, tambahnya.

Sedangkan mengenai Parkiran Ojol yang berada di depan Myko, kata Dirut sebenarnya adalah daerah larangan parkir karena telah ada rambu larangan parkir, sehingga secara prosedural terkait penertiban dan penindakannya ada pada Dishub kota Makassar

“Secara teknis kewenangan Kami hanya kepada penataan dan pengendaliannya,dan kami tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan sanksi”, ujarnya.

Maraknya parkir liar dan tidak adanya penataan parkir yang maksimal kerap menjadi sorotan karena itu menjadi salah satu biang kemacetan. (tt)

banner 325x300