banner 728x250

Suarakan Keadilan, Keluarga Binaan Panti PPSKW Mattiro Deceng Bakal Gelar Aksi

Sulselta
banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR — Keluarga besar seorang wanita berinisial BL yang kini menjalani rehabilitasi di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita (PPSKW), Mattiro Deceng Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan di Kota Makassar protes lantaran kebijakan yang dianggap berlebihan. 

Hal ini disampaikan Kahar, sepupu BL yang menegaskan bahwa BL telah memiliki suami, dan keberadaannya saat di lokasi penggerebekan pada salah satu Cafe di Barru untuk menagih.

banner 325x300

Ikhwal kronologis tertangkapnya BL di kabupaten Barru pada bulan Maret 2021 lalu menurut Kahar penuh kejanggalan, karena BL baru saja menikah sekitar dua minggu sebelum hari naas terjadi.

“Sekarang ini BL sudah lebih dari dua bulan menjalani rehabilitasi di Mattiro Deceng. Dia baru dua minggu menikah di Salluang Bantaeng dan ke Barru untuk menagih uang, tetapi di tangkap oleh Satpol PP Kabupaten Barru”, ungkap Kahar (31/5/2021).

Lanjut Kahar, dirinya juga sudah berkoordinasi bersama pihak Satpol PP dan Dinsos Barru untuk protes mengenai penangkapan BL.

“Saya sudah koordinasi ke mereka tetapi mereka sudah melemparkan sepenuhnya tanggung kepada Mattiro Deceng”, kata Kahar.

Salah seorang kerabat BL, Toto yang sempat menjenguk di PPSKW Mattiro Deceng menyesalkan sikap UPTD yang seakan memaksakan BL untuk melalui rehabilitasi selama 6 bulan.

“Saya bersama anak dan orang tua BL menjenguk di Mattiro Deceng. Disitu jelas BL mengatakan di depan pembinanya jika dirinya di Barru dalam rangka menagih. Kemudian BL itu sudah bersuami sah, meskipun secara administrasi masih berproses.

Parahnya lagi, BL memiliki anak yang autis (keterbelakangan mental) dan membutuhkan nafkah dan kasih sayang seorang ibu. Jika begitu, dimana jiwa kemanusiaan yang katanya instansi Sosial!”, cetus Toto

Orang tua BL saat diwawancarai mengaku bahwa dia ada saat anaknya menikah. “Saya yang tandatangani waktu BL menikah”, ungkapnya.

Suami BL saat di mintai keterangan awak media mengaku sangat kecewa kepada pihak yang telah merehabitasi istrinya.

“Saya sudah berusaha menjelaskan kepada mereka kalau saya suami BL tetapi mereka tidak percaya dan dianggap saya hanya suami asalan. Saya berharap ada keadilan bagi saya”, ujar raut sedih suami BL.

Kerabat BL, Toto menegaskan akan mengupayakan BL untuk segera keluar dari panti rehabilitasi. “Saya minta keadilan untuk BL apapun jalannya, termasuk opsi terakhir, aksi demo”, tegasnya.

Saat ditemui BL menyesali dirinya yang telah menandatangi pernyataan rehabilitasi. Meski begitu, dirinya berharap bisa keluar dan berkumpul kembali bersama keluarganya. (Rs)

 

banner 325x300